Ngopi Gayeng Bareng Bupati dan Wakil Bupati, Media dan Komunitas Ujung Tombak Informasi

Ngopi Gayeng Bupati dan Wakil Bupati bersama Komunitas dan Media

Rembang – Bupati dan Wakil Bupati Rembang kembali gelar diskusi santai dengan Ngopi gayeng bersama Bupati dan Wakil Bupati di Pendopo Museum RA. Kartini Rembang pada Selasa (07/06/2022). Kegiatan tersebut menggandeng berbagai komunitas dan media. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang tersebut berjalan dengan baik.

Kegiatan digelar dengan tema “Sinegritas Komunitas dan Media dalam Diseminasi Kebijakan Pembangunan dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCTHT) Kabupaten Rembang”. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Biro Infrastruktur dan SDA Setda Provinsi Jateng, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Kudus, Bupati Kabupaten Rembang, Wakil Bupati Rembang, beserta komunitas dan media.

Komunitas beserta media diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan di media sosial. Sehingga informasi itu nantinya dapat dijadikan pijakan untuk bagaimana publik tahu dan berbicara sesuai dengan fakta yang ada. Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat kegiatan Ngopi Gayeng.

“Tentu yang mempunyai peran besar adalah media, baik cetak maupun online. Diharapkan media sebagai kontrol sosial, memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat,” imbuhnya.

Abdul Hafidz juga menjelaskan adanya bea cukai dari rokok. Menurutnya, rokok ada yang berdampak negatif dan ada yang berdampak positif bagi masyarakat. Mengingat banyaknya masyarakat yang merokok, Hafidz berharap masyarakat dapat memilih dan memilah dampak dari rokok tersebut.

“Disatu sisi rokok membawa dampak negatif, tetapi disisi lain rokok juga menjadi dampak positif bagi masyarakat berbangsa dan bernegara, seperti petani sembako yang sejahtera karena rokok,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bupati Rembang tersebut juga menyinggung sedikit bagaimana keadaan infrastruktur di Kabupaten Rembang. Rembang termasuk kategori Kabupaten yang jalannya masih kurang baik.

Beliau juga menjelaskan, baik infrastruktur kesehatan, jalanan, jembatan dan yang lainnya masih dalam tahap memperbaiki, “tahun ini Insyaallah semua infrastruktur termasuk jalan, jembatan dan lainnya sudah mulai dikit demi sedikit diperbaiki” tuturnya.

Abdul Hafidz juga menambahkan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang Sapi. Sampai saat ini tercatat 1657 sapi yang terkena penyakit tersebut. PMK itu sendiri peyebarannya sangat cepat dan perlu penanganan sosial khusus agar penyebaran tidak menjadi-jadi.

Pemerintah Kabupaten Rembang sudah berkoordinasi dengan Provinsi untuk menekan bagaimana jumlah penyebaran PMK ini tidak merajalela.

“Saat ini belum ada obat khusus untuk menanganinya, tetapi kami dari pihak dinas sudah mengetahui apa yang akan dilakukan untuk menekan penyebaran tersebut,” jelasnya.

Diduga sudah ada 12 Kecamatan yang terkena PMK. Pemerintahpun tidak hanya tinggal diam dan terus mencari solusi. Dari pemerintah sendiri sudah berjibaku di lapangan, setiap hari sudah menyebar petugas kebersihan lapangan untuk memantau perkembangan bagaimana penganangan yang jitu, salah satunya dengen melakukan penyemprotan disinfektan dikandang-kandang dan pasar sapi.

 

(Ana/Kid)