Home News Tahlil 40 Hari Nyai Hj. Maryam Heni Syafa’ati Maimoen Digelar di Maqbarah

Tahlil 40 Hari Nyai Hj. Maryam Heni Syafa’ati Maimoen Digelar di Maqbarah

Habib Alwi bin Ahmad Assegaf saat memberikan tausiyah pada tahlil 40 hari Nyai Hj. Maryam Heni Syafaati, Senin (10/10/2022).

Rembang – Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang menggelar peringatan 40  Hari wafatnya Nyai Hj. Maryam Heni Syafa’ati Maimoen. Acara diadakan di Kawasan maqbarah Ponpes Al-Anwar 2, Gondanrojo, Sarang pada Senin (10/11/2022).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan ribuan santri dan masyarakat, baik sekitar hingga luar kota. Selain di maqbaroh, acara juga ditayangkan secara live streaming.

Habib Abu Bakar Assegaf membacakan tahlil diikuti oleh peziarah yang hadir. Sementara Habib Alwi bin Ahmad Assegaf dari Tuban didapuk memberikan mauidhph hasanah.

Habib Alwi mengatakan, tahlil 40 hari ini merupakan perhatian kepada orang yang sudah meninggal.  Habib Ahmad bin Umar bin Smith mengatakan, barangsiapa yang perhatiansdengan keluarganya yang sudah meninggal, seperti kirim doa dan kirim sedekah , suatu saat akan dibalas dengan perhatian orang lain ketika dirinya sudah meninggal. “Tiyang niku angsal walesan benjang mewani tiyang sedo, nggeh wonten tiyang engkang perhatian kaleh piyambake (Orang itu akan mendapat balasan ketika dia meninggal dunia, aka nada orang yang perhatian dengannya),” kata Habib Alwi.

Habib Alwi menyebutkan, ada empat amalan sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua. Yaitu, mendoakan orang tua dan membacakan istigfar untuk mereka. Kedua, meyelesaikan apa yang menjadi wasiat/janji orang tua. Ketiga, berbuat baik kepada teman-teman dari orang tua kita. “Ini seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Beliau berbuat baik, bersedekah kepada kerabat dan teman-teman Siti Khadijah yang terlebih dahulu wafat,” kata Nabi.

Keempat, silaturahim dengan kerabat dan sahabat orang tua. Habib mengatakan, zaman dahulu orang tua senang mengajak anak-anaknya untuk bersilaturahim dengan teman-teman dan kerabat orang tua. Tujuannya untuk mengenalkan dan menyambung silaturahim. Mengenalkan mana yang masih mahram dan mana yang bukan. “Namun sekarang, orang tua lebih senang mengajak anak-anaknya berlibur ke tempat wisata,” kata Habib. -mj