Harlah NU Ke-96, Abdol Aziz : Terus Merawat Tradisi, Inovasi, dan Menjaga NKRI

Gus Abdul Aziz. M.Si (Pengurus Cabang NU Lasem & Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng)

Rembang – Nahdlatul Ulama atau yang disingkat dengan NU adalah sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada tanggal 31 Januari tahun 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Abdol Aziz dalam buku berjudul, NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru (1994) oleh Martin Van bruinessen, menyebut bahwa, boleh dibilang Nahdlatul Wathan merupakan sebuah lembaga pendidikan agama bercorak nasionalis moderat pertama di nusantara.

Sebagai catatan, Nahdlatul Wathon versi Kiai Wahab dan Kiai Mas Mansur ini berbeda dengan lembaga bernama serupa yang didirikan Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Nusa Tenggara Timur, tahun 1953.

Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya yaitu paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Selain itu, NU sebagai organisasi-organisasi pribumi lain, baik bersifat sosial, budaya, atau keagamaan yang lahir di masa penjajah, pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah.

Hal ini didasarkan berdirinya NU dipengaruhi kondisi politik dalam dan luar negeri. Sekaligus merupakan kebangkitan kesadaran politik yang ditambahkan dalam wujud gerakan organisasi guna menjawab kepentingan nasional dan dunia Islam pada umumnya.

Tema jelang 100 Tahun Nahdlatul Ulama pun disertakan dalam Harlah kali ini karena berdasarkan kalender hijriyah, pada 16 Rajab 1443 atau 17 Februari 2022 mendatang, NU memasuki umur ke 99 tahun. (sumber : nu.or.id)

Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-96 tahun 2022. Semoga selalu gigih memperjuangkan Islam yang moderat rahmatan lil alamin. Jaya dan sukses selalu, menuju Satu Abad NU.

Teruslah merawat tradisi, mengupayakan inovasi, dan menjaga NKRI.

(pj/kid)