SEKRETARIS GPK JATENG: STOP KOMENTAR MIRING TRAGEDI NANGGALA 402!

REMBANG, Duka yang mendalam masih menyelimuti keluarga korban Kapal Selam KRI Nanggala 402. Terlebih mereka meninggalkan putra putri dan keluarga dalam keadaan yatim, 53 prajurit yang gugur, semuanya menjadi tulang pungung kehidupan keluarganya. Duka ini tentunya menjadi duka seluruh bangsa.

Gus Shidqi Sekretaris GPK Jawa Tengah mengatakan, STOP komentar miring tentang tragedi nanggala 402. Apapaun penyebab kejadianya ini adalah peristiwa yang tidak kita inginkan oleh seluruh orang. Kita pasti tidak ingin, jika salah satu dari keluarga kita menjadi korban kapal selam tersebut, jangan sampai komentar kita justru menambah beban bagi keluarga yang di tinggalkan.

Senada dengan Gus Shidqi, Gus Faishol Wakil Ketua GPK Jateng mengaskan bahwa kejadian kapal selam di laut Bali itu murni kecelakaan. Sebagai kapal selam Republik Indonesia, yang di awaki oleh Prajurit Prajurti TNI AL pilihan dan berkeahlian husus, tentunya seluruh Prosedur sudah di jalankan dengan SOP dan Protap.

Jadi jangan sampai kita menyalahkan dan mengambing hitamkan kesalahan kepada salah satu elemen. Mari bersama kita ngudo roso dengan keluarga korban dengan mendoakannya, terlebih ini di bulan Ramadhan.

Ketua GPK Kab Rembang, Mujib el Muis mengatakan bahwa Tragedi Nanggala 402 menjadi suri tauladan kepada bangsa Indonesia, Bahwa kalau itu atas nama Bela Negara dan Bangsa harus tetap di junjung tinggi walaupun Nyawa Taruhanya, dan itu sudah di buktikan oleh 52 prajurit TNI AL dan 1 ASN.

Semangat Patriotisme dan jiwa Nasionalisme harus selalu dijaga dimanapun dan kapanpun berada, kita tentunya bersama seluruh elemen bangsa Indonesia menyampaikan Duka bela sungkawa yang sedalam dalamnya.

Seperti diberitakan, kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami kecelakaan di perairan utara Bali, setelah sempat hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 lalu. Hasil pencarian teridentifikasi, badan kapal terbelah menjadi 3 bagian di kedalaman 838 Meter. Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan 53 awak kapal selam gugur. (ahmad/fatih)